berikutnya perlu memikirkan juga tentang angle dan teknik foto yang bagus supaya foto terlihat seperti ada di luar negeri, meski dengan biaya yang lebih hemat. Setidaknya untuk menciptakan kesan ini, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, apa saja?
1. Foto Prewedding Outdoor dengan Eye Level Angle
Angle yang banyak digunakan untuk foto prewedding yaitu eye level. Ini menempatkan posisi kamera sejajar dengan objek sekaligus akan memperlihatkan dengan jelas aktivitas atau pose yang sedang dilakukan oleh pasangan.
Umumnya teknik ini dikenal dengan normal angle. Kunci keberhasilannya terletak pada posisi kamera seperti menunjukkan bagian kepala atau mata objek yang diambil. Tak heran, hasil foto eye level akan menunjukkan kebahagian, senyuman dan ciri-ciri lainnya.
2. High Angle
Selanjutnya ada high level yang merupakan teknik pengambilan gambar di mana posisi fotografer di bagian atas atau lebih tinggi daripada objeknya. Hasilnya akan menunjukkan objek terlihat lebih kecil.
Saat teknik ini digunakan untuk foto prewedding, maka posisi kamera sedikit lebih tinggi dari kepala objek. Di mana akan menunjukkan bagian kepala terlihat lebih besar dari tubuh dan kaki.
Teknik ini bagus dipakai apabila ingin menunjukkan ciri khas atau aktivitas objek tanpa menghilangkan latar belakang sekitarnya. Adapun penikmat foto akan lebih fokus dengan objek daripada lainnya.
3. Low Angle
Terakhir ada teknik kebalikan dari high angle. Menempatkan posisi kamera lebih rendah dari objek yang difoto. Hasilnya pun secara psikologis menunjukkan foto terlihat lebih dominan dan elegan sehingga ini bisa dimanfaatkan berpose dengan pasangan.
Low angle menempatkan posisi kamera berada di bawah kepala objek di mana hasilnya akan meruncing dari bawah ke atas.
Dengan mengetahui di mana saja biasanya foto prewedding outdoor di Jakarta dilakukan serta angle yang pas untuk momen ini, kamu bisa mendapat gambaran jepretan bagus yang dihasilkan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar